TUGAS 4 ISD : PERAN PEMUDA SEBAGAI GENERASI PENERUS BANGSA
Pemuda Penerus Bangsa
Pemuda didefinisikan WHO sebagai individu-individu yang berusia 15 (lima belas) sampai 24 (dua puluh empat) tahun. Sementara itu, menurut Undang-Undang RI Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, Pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun.
Pemuda memiliki peranan penting sebagai tolak ukur keberhasilan suatu bangsa. Suatu bangsa dikatakan berhasil apabila memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dalam hal ini adalah pemuda sebagai generasi penerus bangsa. Pemuda diharapkan dapat memberikan perubahan nyata dan kemajuan bagi sekitarnya atau biasa disebut dengan agen perubahan (Agent of Change). Selain itu, pemuda juga diharapkan dapat melestarikan budaya leluhur sebagai identitas suatu bangsa karena diera globalisasi saat ini, zaman semakin modern dan canggih. Jarak dan waktu tidak lagi menjadi halangan untuk saling terhubung antara satu dengan yang lainnya. Pertukaran pandangan, pemikiran, kultur, dan berbagai aspek budaya lainnya mudah terjadi.
Globalisasi memberikan dampak positif maupun negatif. Jika, kita terlalu larut dalam perkembangan zaman tanpa berpegang pada ideologi (Pancasila) sebagai pagar pembatas atau alat seleksi atas baik dan buruknya dampak yang diberikan dari adanya perkembangan zaman, lambat laun budaya asli dari bangsa kita sendiri akan tergantikan dengan budaya asing yang belum tentu baik bagi bangsa kita dan kita akan kehilangan identitas dari bangsa kita sendiri. Globalisasi tidak bisa dihindari, justru pemuda sebagai penerus bangsa harus bisa cepat beradaptasi dan mengikuti perkembangan zaman. Pemuda yang cerdas haruslah dapat memanfaatkan globalisasi untuk memajukan bangsanya dengan tetap menjadikan pancasila sebagai pedoman hidupnya. Untuk itu, dalam karakter diri seorang pemuda haruslah tertanam dan mengamalkan nilai-nilai pancasila, cinta tanah air, berjiwa nasionalis, tinggi toleransi, mementingkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi, etos kerja tinggi, dan lain sebagainya.
Saya pribadi sebagai seorang pemuda, upaya yang sudah saya lakukan sebagai bagian dari masyarakat, seperti berkontribusi aktif dalam kegiatan keorganisasian yang ada di sekolah dan lingkungan tempat tinggal, menjadi relawan kesehatan pada saat menjelang mudik atau saat terjadi bencana, rutin mendonorkan darah di PMI, membantu mengajar anak-anak di sekitar tempat tinggal jika terjadi kesulitan dalam pelajaran, membuat kerajinan berupa selimut dari kain perca dan membuat pupuk organik sebagai upaya mengurangi penumpukan sampah yang masih dapat diolah. Mungkin upaya yang saya lakukan hingga sekarang masihlah kurang dan untuk kedepannya saya berharap dapat menjadi pribadi yang aktif dalam kegiatan sosial dan bermanfaat bagi sekitar saya.
Dan di tengah masyarakat yang semakin individualis, pastinya peran sosialisasi pemuda dan masyarakat sangat diperlukan. Cara saya untuk tetap dapat bersosialisasi di lingkungan sekitar saya adalah dengan memanfaatkan teknologi yang ada, yaitu smartphone yang pastinya dimiliki setiap orang. kita dapat menanyakan kabar, membuat janji, bertanya, berkomunikasi dan berinterkasi dengan menggunakan smartphone. Namun, berinteraksi secara langsung tetap diperlukan, seperti mengunjungi rumah teman untuk bermain atau untuk belajar bersama, menerapkan budaya 5S (salam, sapa, senyum, sopan, dan santun) dalam keseharian, dan lain-lain. Dengan tetap menjaga komunikasi kita dapat mengetahui kondisi dari tetangga sekitar kita, jadi semisalkan mereka butuh bantuan atau lainnya, kita dapat membantu.
Sinta Puspito Rini_51420195_Ilmu Sosial Dasar
Komentar
Posting Komentar