TUGAS 2 ISD : PERMASALAHAN SOSIAL DI INDONESIA
Keterbatasan Ekonomi, Siswa Kesulitan Belajar Karena Tak Punya
HP Untuk Belajar Daring
Sejak merebaknya
wabah pandemi virus corona atau Covid-19 di Indonesia, memang membuat segala
sesuatu menjadi beda dari sebelumnya. Sama halnya dengan guru di SMK Arongan
Lambalek, Kecamatan Arongan Lambalek, Aceh Barat terpaksa harus mengajar di
rumah-rumah siswanya. Memang hal tersebut sangat berbeda dengan perkotaan yang
kini proses belajar mengajar dilakukan secara online.
Guru di SMK Arongan
Lambalek masih melakukan proses belajar mengajar secara manual. Selama sekolah
diliburkan, pihak sekolah terpaksa mendatangi rumah-rumah siswa untuk mengajari
anak didiknya. Hal ini dilakukan karena kondisi sebagian orang tua dari siswa
keterbatasan ekonomi, sehingga tidak mampu memiliki Handphone (HP) untuk
belajar daring seperti sekolah lainnya.
"Sebagian siswa
kami bukan tidak ada paket internet, tetapi mereka tidak memiliki Hp, sehingga
tidak bisa belajar secara daring, sehingga atas inisiatif kami para guru
mendatangi langsung ke rumah-rumah siswa dalam hal proses belajar
mengajar," kata Kepala SMK Swasta Arongan Lambalek, Nurhayani, kepada
Serambi, Sabtu (11/4/2020).
Ia menjelaskan,
proses belajar mengajar seperti ini terus dilakukan sejak wabah corona merebak
di Indonesia. Terkait kebijakan itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan
Dinas Pendidikan Provinsi Aceh.
Saat mendatangi rumah
siswa, guru mendapatkan banyak masalah sosial, terutama tentang kondisi
keluarga siswa yang masih memprihatinkan saat ini termasuk ada siswa yang
tinggal di rumah tak layak huni.
"Banyak masalah
sosial yang kami dapatkan di lapangan tentang siswa kami. Jangankan paket
internet Hp saja tidak ada dan sebagian kami dapatkan sedang bekerja dan
kondisi rumah mereka cukup memprihatinkan," ungkap Nurhayani.
Ia menyatakan, dalam proses belajar itu para guru hanya mendatangi ke rumah siswa yang masih kelas I. Mengenai operasional yang dikeluarkan guru, menurut Nurhayati ditanggung oleh masing-masing guru dan sebagian lagi dari hasil pertanian di sekolah tersebut.
Analisis Berita
Apa yang terjadi?
Jawaban: Guru di SMK Arongan Lambalek terpaksa sambangi rumah siswa untuk mengajar selama sekolah diliburkan akibat wabah Covid-19.
Siapa saja yang terlibat dalam proses belajar mengajar tersebut?
Jawaban: Guru dan siswa kelas I SMK Arongan Lambalek yang kesulitan dalam pembelajaran secara daring.
Kenapa proses belajar mengajar dengan cara mendatangi rumah siswa tersebut dilakukan?
Jawaban: Karena kondisi keterbatasan ekonomi orang tua siswa sehingga tidak mampu memfasilitasi anaknya dalam kegiatan belajar secara daring.
Sejak kapan proses belajar mengajar dengan cara tersebut dilakukan?
Jawaban: Sejak awal wabah Covid-19 merebak di Indonesia dan pemerintah terpaksa meliburkan proses belajar mengajar secara manual sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus Covid-19.
Sekolah mana saja yang terpaksa mendatangi rumah siswa guna tetap bisa melakukan kegiatan belajar mengajar bagi para siswanya yang mengalami keterbatasan fasilitas selama belajar daring?
Jawaban: Beberapa sekolah di Indonesia terutama yang berada jauh dari perkotaan. Salah satunya SMK Arongan Lambalek, Kecamatan Arongan Lambalek, Aceh Barat.
Bagaimana proses belajar mengajar tersebut dilakukan?
Jawaban: Para guru berinisiatif untuk mendatangi langsung rumah siswanya yang mengalami keterbatasan fasilitas selama pembelajaran daring diberlakukan akibat pandemi Covid-19.
Solusi: Langkah yang dilakukan sekolah agar para muridnya tetap bisa belajar walaupun memiliki keterbatasan dalam fasilitas penunjang selama pemberlakuan belajar daring adalah mendatangi rumah siswanya yang memiliki keterbatasan ekonomi dan tidak memiliki fasilitas belajar daring yang memadai. Pihak sekolah juga tetap berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Aceh melihat pemberlakuan proses belajar daring tersebut dilakukan akibat wabah Covid-19. Disisi lain seharusnya pemerintah setempat memberikan perhatian penuh dengan permasalah tersebut sebab pendidikan merupakan hal terpenting guna mencetak generasi muda yang baik dan membantu dengan memberikan fasilitas-fasilitas penunjang untuk para siswa yang memiliki keterbatasan dalam hal ekonomi.
Komentar
Posting Komentar